~ARINA~
BES PREN VOR EPER...!!!
Orang cantik itu
menyebalkan. Orang cantik itu sombong. Orang cantik itu selalu menarik perhatian,
dan selalu merasa semua JANTAN memuji dan memuja pada nya.
Apa... ?
Iri ...???
Kalian bilang
saya iri ? sori, nggak ada kata iri dalam kamus saya. Tanya aja sama mbak Leha.
“
Mbak...?
“ Mbaak...???
“ kok dari tadi
diam ??? , jawab dong mbak.”
“
zzzZZZZZZz........!!!”
“ Oh mbak Leha,
kamu bagaikan kucing kurap yang selalu tidur tatkala saya lagi bicara ”.
*
Nama saya Arina. Saya wanita, dan saya
manusia. Saya mahasiswi Ekonomi disalah satu universitas di Riau. Saya tidak
punya masalah dengan pelajaran atau nilai di kampus, semua nya baik-baik saja.
Yang jadi masalah dalam hidup ini buat saya adalah soal asmara. Soal hati dan. Soal...cinta
* Tsaaahh ...( ngibas poni )
Hmm...
Kadang saya suka mual-mual mendengar kata-kata
yang berhubungan dengan cinta. Misalnya ; Cinta mati, cinta sejati, cinta suci,
cinta apa ada nya, dan kata-kata aneh seperti itu lainnya. Perlu di ketahui, mual
di sini maksud nya bukan berarti saya bunting, bukaaaan. Tapi itu lah istilah
yang cocok menurut saya untuk saat ini. Ngomong- ngomong soal bunting, emang
sih sekarang lagi musim bunting, dimana-mana banyak cewek-cewek masih muda udah.....
ya bener, udah bunting. Pacaran dikit langsung bunting. Kenalan di facebook
dikit eh bunting. Maka nya buat cewek-cewek, hati-hati kalo mengkonfirmasi
orang tak di kenal di facebook. Bahaya lho, entar pulang dari warnet tau tau langsung
bunting. Saya nggak bilang kalo Facebook bisa bikin bunting. Tapi ya begitu lah
gambaran mengenai bunting remaja-remaja sekarang. Kalau orang bilang ‘
buang lah sampah pada tempat nya’ maka saya mau bilang ‘ bunting lah anda pada
tempat nya’.
Eh, ini saya nggak bermutu banget ya awal-awal
cerita udah ngomongin bunting. Oke yang pasti saya tidak bunting, yang lagi
baca ini tidak bunting, yang ngedit tulisan ini juga tidak bunting, kita semua
tidak bunting. Kata kan tidak pada bunting !!! Jangan coblos partai Bunting !!!
* BEGO
.
Sampai mana tadi ? bunting ? nggak, jangan
bahas bunting lagi, bunting udah lewat.
Oh iya,saya belum selesai memperkenalkan diri.
Nama saya BUNTING PRATIWI ( HAHAHAHA !!! nggak, Becanda ).
Nama lengkap saya Arina Putri. Itu nama
lengkap di ijazah. Tapi bagi teman-teman saya, dunia ini akan lebih berarti
bagi mereka ketika mereka bisa memanggil saya dengan nama “Arina Kontet”.
Ya, entah bagaimana mereka mengartikan tubuh saya
yang emang agak gemuk, pendek, hitam, hidung pesek dengan kata kontet. Entah
darimana sejarah kata tersebut berasal, yang pasti nama tersebut tidak tertulis
di KTP saya.
Saya tinggal satu kos dengan seekor makhluk yang
saya panggil ‘mbak Leha’. Kami berdua sama-sama manusia,
ibu bapak kami juga manusia. Tetangga kami juga manusia, tetangga nya tetangga
kami juga manusia. Kalau kami lagi ke warung, yang punya warung juga manusia. Manusia
itu banyak ya ternyata. ( Editor nya pasti langsung bilang : ini tulisan
nggak bermutu banget sih ).
Nama panjang nya Siti Julaiha. Tapi saya biasa
manggil dia ‘mbak Leha’. Kalau kami lagi berantem, saya panggil dia, ‘mbak Beha’.
Terdengar agak mesum sih, tapi itu cukup manjur untuk membuat si mbak Beha ini
marah-marah.
Manusia
berdarah jawa ini sangat ramah orangnya. Sangking ramahnya, dia pernah nyipok keran air dimesjid.
Jadi, waktu itu, mbak Leha lagi siap-siap mau
wudhu disebuah mesjid untuk shalat berjamaah. Dia sudah berdiri didepan keran,
dengan posisi rukuk, siap-siap berwudhu. Tiba-tiba ada beberapa cewek-cewek
lewat dan menyapa mbak Leha, “ Hai mbak...” Kata cewek cewek itu.
Emang dasar jawa satu ini ramahnya kadang gak
tau tempat gak tau waktu. mbak Leha manggut-manggut dengan maksud menunjukkan
keramah tamahan. Tapi apalah daya, malang tak dapat ditolak, untung tak dapat
di raih, bibir mbak Leha kejedot sama keran air nya secara symbolis. Bibir mbak
Leha secara resmi . . . BENGKAK.
Sepulang dari mesjid, dengan bibir yang
bengkaknya lebih besar dari kepalanya sendiri, dia curhat sama saya tentang
kejadian itu. Saya menasehati mbak Leha dengan cara ketawa sengakak ngakak nya.
Saya merasa itu waktu yang tepat sekali buat saya untuk ketawa seketawa tawa
nya ketawa.
Mbak
Leha telah salah memilih makhluk untuk diajak curhat mengenai kejadian konyol
semacam itu. Bukannya belas kasihan yang dia dapat, malah penyiksaan batin.
Ibarat pepatah, sudah jatuh ketiban tangga pula ( tangga nya tanggga beton lagi
). Maaf kan sahabatmu, mbak. Kadang cara orang prihatin itu beda-beda. *
Bruakakakakakak !!!
Tapi sejujurnya, mbak Leha ini orang nya baik
banget. Dia kalo ngomong suaranya pelan, lebih pelan dari kentut nya. Pembawaan
nya tenang, santai. Beda dengan saya yang kalau ngomong, lebih seperti
emak-emak lagi jual kolor rombengan.
Saya sangat senang bisa satu kos dengan mbak
Leha, karna selain dia emang baik, kalau saya lagi butuh pinjaman uang, minjam sama
mbak Leha tu paling enak banget. Karna, boleh
mengembalikan uang nya dalam waktu yang lama, dan kalau saya lagi minjam, pasti
dengan sengaja saya ngembalikan nya lama banget dan berdo’a tiap hari semoga mbak
Leha kejedot lagi, lalu Amnesia, dan melupakan semua hutang-hutang saya, dan
saya bisa minjam uang lagi.
* Bejat
Okeh, saya sadar tulisan ini udah ngelantur
kemana mana. Dari pada anda bingung dan menutup buku ini, mari kita kembali ke topik.
Tadi, saya bilang suka mual-mual kalau harus mendengar kata “ Cinta Sejati,
cinta sampai mati, cinta apa adanya”. * hoeeksss...cuih !!!
Hari gini cinta apa ada nya ?
Saya ulangi.
Hare gene cinta apa nyaaa ???
Oke kurang ekspresif, saya ulangi lagi.
“ Helloohhh... Harrree genneee cinca afa adha
nyeaaa???
Alasan nya sederhana, dulu saya sempat dekat
dengan seorang cowok, sebut saja nama nya Andi (nama nya emang Andi sih ). Andi
ini orang nya tampan, putih, tinggi, pokoknya prefect lah. Kedekatan kami
yang selama dua bulan itu membuat saya berfikir kalau kami itu, dalam status ‘pacaran’.
Ternyata, apa yang saya fikirkan, tidak sama dengan apa yang Andi fikirkan.
Banyak sih teman-teman yang ngingetin ke saya kalau Andi itu mendekati saya
karna ada ‘ Modus’ . Ya, saya nggak tau Modus itu anak siapa. Yang pasti, saya
mencoba untuk tidak menanggapi apa yang di katakan oleh teman-teman, karna saya
emang lagi senang-senang nya waktu itu, siapa sih yang gak senang di deketin sama
cowok seganteng Andi, gitu lo kan.
Tapi lama-kelamaan, apa yang di katakan oleh
teman-teman mulai kelihatan. Setiap saya ngobrol sama Andi, pasti selalu di
hubung- hubung kan dengan teman dekat saya, Karmila. Semenjak itu kecurigaan
saya semakin besar, dan akhirnya, semua nya semakin terbukti kalau Andi itu
dekat dengan saya karna dia ingin dikenalin sama Karmila. Disitu saya sadar, ternyata
Andi mau nembak Karmila, bukan nembak saya, Andi cintanya sama Karmila, bukan cinta
sama saya, dan Andi mau membahagia kan Karmila, bukan membahagiakan....... Saya.
* tisu mana tisu.
Jadi semenjak itulah, saya tidak gampang
percaya lagi sama yang namanya Wewe Gombel , atau bahasa manusianya, Rayuan
Gombal. Ternyata benar kata mbak Leha, yang dengan sopannya pernah bilang gini ke
saya, “ kamu KURANG NGACA, sih Arina “. Hampir mbak Leha saya tonjok. Tapi, pernah
saya coba bercermin pada malam hari, dan memperhatikan diri saya dari setiap
sudut. Karna masih belum puas, saya ambil handphone lalu berfoto dengan gaya
seimut mungkin, dengan mata dipejam satu, mata yang satu nya membelalak ke atas
kearah kamera, trus lidah di keluarin dikit ( berharap foto nya akan terlihat
imut banget ), lalu saya upload ke facebook
. Beberapa ada yang komen gini; “ ikut
casting filim horor ajha “. Bahkan ada komen yang paling parah ; “ kamu kena struk ea arina . . .?”.
Besok nya foto itu langsung saya hapus.
Semenjak saya bertemu mbak Leha, makhluk Tuhan
yang paling ramah sedunia itu, pembawaannya lembut, mukanya teduh. (Sangking
teduhnya, kalau jemur pakaian dimukanya mbak Leha gak bakal kering-kering ). Hidup
saya terasa jauh lebih baik. Emang sih, muka saya tetap kayak gini. Tapi paling
tidak, dengan ada nya mbak Leha, hari-hari saya jadi sangat menyenangkan,
seru-seruan di kos, bercanda, ngerjain tugas kuliah bareng, dan saya bisa
melupakan momen-momen pedih seputar dunia asmara saya, dan saya bisa belajar
lebih banyak bersyukur atas pemberian Tuhan.
Saya juga jadi sadar, bahwa ada beribu-ribu
cara menggapai kebahagiaan tanpa harus melibatkan cowok-cowok cakep yang
ujung-ujungnya membuat kita menghabiskan lima kotak tisu dalam satu malam. Salah
satunya adalah sahabat. Tapi soal cowok tetap usaha sih ( Hahai.. ), Tapi tidak
seberingas dulu.
“ Arina, kamu nggak ikut rapat Rohis nanti
dikampus ?”
“ Nggak ah mbak, lagi malas”, Kata saya yang baru bangun pagi.
“ Udah ikut aja, rapat doang kok, jadi kamu
pasti aman”. Kata mbak Leha polos.
“ Aman ?”. Tanya saya dengan keadaan masih
ngantuk. “ Aman apa, mbak ?”
“ Kan disana nggak ada acara pembacaan ayat
suci Alqur’an ”.
“ Maksud kamu ?” Mulai merasa nggak enak.
“ ya nanti kalau ada yang baca alqur’an kamu
malah kepanasan hihihihihi”.
Saya udah nebak kalau mbak Leha bakal ngomong
gitu. Mbak Leha ketawa dengan penuh kebiadapan. Seandainya waktu itu saya punya
pistol, udah lama mbak Leha saya tembak, trus saya cincang-cincang, trus
dagingnya yang gak seberapa itu saya jual ketukang sate.
Mbak Leha ini orangnya rajin ikut Organisasi
Rohis dikampus. Beda dengan saya yang lebih suka baring di kamar, download foto
cowok-cowok artis Korea. Motivasi saya mendownload foto cowok artis Korea sama
seperti cewek-cewek lain nya. Saya berharap, ada salah satu dari cowok-cowok
artis Korea tersebut mendownload foto-foto saya juga, dan dia minta nomor hape
saya, dan tergila-gila sama saya kayak orang kena santet tiga dukun sekaligus, trus
kita ketemuan, trus jadian, akhirnya menikah dan hidup bahagia * HA HA HA
HA HA Hoaacchhiimm..!!!
“ Arina, kamu sudah selesai tugas Statistik
?”. Mbak Leha baru pulang dari kampus.
“ Oh iya mbak,,, aku belum buat tugas
Statistik “. Jawab saya yang tengah main Angry bird di leptop.
“ Yaudah buruan buat “. Kata mbak Leha.
“ Mana leptop mu mbak ?”.
“ Kata Dosen, nggak boleh copy - paste “. Kata
mbak Leha yang udah tau niat bejat saya
ingin mem-PLAGIAT tugasnya.
“ Yaudah, aku Cut – Paste aja”. Jawab saya
dengan muka tak berdosa.
“ Uenak aja...!”. Mbak Leha kaget mendengar
kata saya yang memang tidak berkeprimanusiaan itu, “ Nanti tugas aku hilang
dong.”
“ kalau gitu, buatkan aku “. Saya memelas sambil
senyum manis-manis najis gitu.
“ Dasar,,, kamu tu ya, malas banget jadi orang.
Yaudah aku mandi dulu, habis itu nanti aku buat kan”.
“ Okeee,,makasih ya mbak Leha, sahabat ku yang
paling imuuut “.
“ Tapi kamu yang ngetik nya, ya “ Kata mbak
Leha dari kamar mandi.
“ Tangan ku kesemutan, mbak “. Saya beralasan
lagi. Siapa tau mbak Leha juga sudi mengetikkan tugas saya ( Sahabat macam apa
saya ini ).
“ Kesemutan doang, ntar juga ilang”
“ Saya kalau kesemutan lama mbak, bisa berhari
hari”
“ Alasan aja kamu ini. Yaudah aku yang ketik”
“ Ntar pinjam uang buat ngeprint nya ya mbak,,,
hehehehe”. Mbak Leha langsung ngebom saya.
Mbak Leha ini memang SAHABAT saya yang sangat
baik. Dia sering bantu saya buat tugas, setrika pakaian, cuci piring, nyapu
rumah, ngepel lantai, potong rumput ( kadang saya susah bedain mana sahabat mana
pembantu ).
Intinya, saya bahagia mendapat sahabat yang
bernama MBAK LEHA ini.
PUNGGUK
MELUPAKAN BULAN
Bahasa Inggris,,, Bahasa Inggris,,,,, Bahasa
Inggris,,,,.!!!. Kata-kata itu selalu muter-muter di pikiran saya hari
ini. Bagaimana tidak, hari Senin yang terkutuk ini bertepatan hari Mid Bahasa
Inggris saya dikampus.
Saya + Bahasa Inggris = Kiamat Kubro.
Otak pentium saya memang susah menerima
pelajaran bahasa asing itu. Kalau sudah tiba waktu pelajaran bahasa inggris, pengen
rasanya kentut bertubi tubi, sampai semua orang dikelas keracunan, trus
pelajaran bahasa inggris dibatalkan dan saya hidup bahagia.
“ Ayo Arina, cepeeet,,, nanti kita telat.
Dosen bahasa inggris kita tu galak... “. Mbak Leha teriak-teriak diatas motornya, didepan kos.
“ iya, sabar Mbak...” Saya masih ngesot-ngesot
nyari sepatu.
“ iihh dari tadi juga sabar. Cepet dong..”.
Mbak Leha makin menjadi jadi.
“ Tapi motor ku belum aku panasin, Mbak “
“ Ih,, kamu tu ya, udah tau #$@%$&%*^$**%&^$%@^%$#&#^$^
.
“ Iya... iya, ni ni juga selesai, Mbak”.
Karna waktu udah mepet, akhirnya saya nebeng sama
Mbak Leha.
Mbak Leha orangnya emang panikan. Apalagi
dalam urusan pelajaran dikampus. Semua tugas-tugas makalah pasti dikerjakan
dengan teliti dan tepat waktu.
Tapi untuk hari ini saya mungkin sama paniknya
dengan mbak Leha, berhubung pelajaran hari ini adalah pelajaran dari neraka.
Bahasa Inggris. Tapi kadang kepanikan mbak Leha bisa dimanfa’atkan.
( di perjalanan menuju kampus )
Saya
: “ Mbak, nanti kasih aku contekan ya “.
Mbak
Leha : “ ( dengan panik ) “ Iya...iya “.
Saya
: “ Nanti duduknya dekatan, ya “
Mbak
Leha : “ Iya...iya...”
Saya
: “ Nanti jawabannya di sms-in aja ya mbak “
Mbak
Leha :” iya, Arina... Iyaaa..” ( Kesabaran mbak Leha mulai hilang )
Saya
: “ Hutang aku lunas ya mbak...”
Mbak
Leha : “ iih,, iyaaa.. iyaaaaa, Arinaaa...!! diam napa....!
Saya
: ( dalam hati ) yes...yes..yes...!
Suasana
hening.
Tiba-tiba
mbak Leha seperti sadar akan sesuatu.
Mbak
Leha : “ Tunggu-tunggu...”
Saya
: “ ada apa mbak ?” ( Mulai was was )
Mbak
Leha : “ yang terakhir tadi.............ENGGAK !!! “
Saya
: “ yang terakhir ? maksudnya ?”. Saya pura-pura ga ingat aja.
Mbak
Leha :” Hutang kamu ! Hutang kamu nggak Lunas !!! Tetap Bayar !
Saya
: ( dalam Hati ) siiiiiaaaalllllll ....!!!
Hipnotis
goblok saya kali ini gagal.
Sesampai dikampus, kami lari-lari menuju
keruangan. Mbak Leha larinya seperti dikejar setan, saya larinya seperti setan.
Dalam lari kami yang kesetanan tersebut,
tiba-tiba kami melihat Mela, Memei, dan Rere. Teman satu kelas kami. Mereka terlihat
seperti ibu-ibu arisan kurang kerjaan sedang mengobrol didepan kelas.
“ Lho, kok ndak masuk ?”. Tanya mbak Leha
dengan logat jawanya.
“he eh,, kok nggak jadi masuk kita, Re ?”
Tanya saya sok rajin.
“Dosen rapat, Mid nya nggak jadi.” Jawab Rere.
Bagaikan mendapat durian runtuh bertabur coklat
kacang ijo, saya kegirangan dan tersenyum lebar, lebih lebar dari muka saya
sendiri.
“ yeeeeee.... horeeee... huhuhuuh hohoho
hahaha”. Saya kegirangan.
“ Mid nya nggak jadi pagi ini, tapi ditunda
hingga nanti siang”. Kata Mela tiba-tiba.
Bagaikan mendapat durian runtuh bertabur coklat
kacang ijo dicampur racun tikus, hati saya Keracunan. Kirain Mid nya beneran
nggak jadi, taunya cuma ditunda. ( langsung update status ).
Seperti biasa, kalau kami para cewek sudah
berkumpul, Gosip tidak terelak kan lagi. Dari ngomongin soal jilbab terbaru,
baju terbaru, make up terbaru, sampai gaya duduk diatas motor terbaru, akan
kami GoSSIPIN Semuanya. PERMIRSAAAAA...... !!!!!
Lagi asik ngobrol sama teman-teman, saya
melihat sosok seorang cowok dari kejauhan, yang sepertinya saya kenal.
Dia adalah Andi. Laki-laki yang dulu pernah
melukai hati saya, menghancurkan ginjal saya ( yang ini nggak ). Laki-laki yang
pernah saya ceritakan sempat dekat dengan saya, memberi harapan kepada saya,
yang berakhir dengan jadian nya dia dengan teman saya sendiri.
Sebenarnya saya tau kalau dia itu menyukai
teman saya, bukan saya. Tapi memang waktu itu saya buta akan ketampanannya melebihi
Sibuta dari gua hantu. Bagi saya, dia itu dulu ibarat bulan, dan saya
pungguknya. Akhirnya saya paksa-paksain menjalin hubungan, dan
akhirnya......patah hati.
Andi berjalan kearah saya dan teman-teman,
saya curi-curi pandang. Tapi sepertinya dia tidak melirik saya sama sekali.
Saya berusaha memasang tampang cuek. Walaupun sebenarnya saya berharap dia akan
menyapa, atau sekedar bilang “ hai Arina, apa kabar, kamu makin cantik ”.
Ada sih
kepikiran untuk pura-pura jatuh pas dia lewat, trus kejang-kejang gitu supaya
ditolong sama dia. Tapi saya khawatir dia malah nyangka saya ngidap penyakit
ayan tingkat kronis. Atau saya pura-pura menjatuhkan sesuatu benda didepan dia
dan berharap dia akan mengambil benda tersebut, dan mengembalikannya kepada
saya dengan romantis seperti disinetron, dompet atau hape misalnya. Tapi dompet
sama hape ketinggalan di kos. Gimana nih. Saya panik. Nggak ada satu pun benda
yang bisa saya jatuhin depan dia. Nggak mungkin saya ngejatuhin jempol tangan
saya. Bukan nya romantis,malah serem.
Tapi ya sudah lah. Dia lewat begitu saja tanpa
menoleh kearah saya sedikitpun. Saya masih memperhatikan dia yang berjalan
makin jauh. Beberapa saat kemudian terlihat lah sosok wanita menghampirinya.
Ya, dia Karmila. Incaran si Andi waktu saya dijadiin korban PHP nya. Mereka
pergi menaiki motor, dan saya hanya bisa narik nafas dalam-dalam. Saya berfikir,mungkin
ini saatnya bagi Pungguk Melupakan Bulan.
NASEHAT SEBONGKAH KENTUT
Hari ini cuma satu mata kuliah. YES ! hari
jum’at. Jam sembilan pagi saya dan mbak Leha sudah bisa ber-andehoi di kos,
guling-guling sambil olah raga mulut alias makan-makan. Saya dan mbak sengaja
tadi singgah diwarung beli cemilan buat santap dikos, dari minuman, snack,
roti, keripik, sampai sendal jepit ( yang ini cemilannya mbak Leha ).
Pokoke hari ini adalah hari santai sedunie.
Habis shalat dzuhur, saya dan mbak langsung mengambil posisi masing-masing senyaman
mungkin ditempat tidur. mbak Leha nyender di dinding dengan bantal ditarok
dipunggungnya sambil nyalain leptop. Sedangkan saya lebih milih guling-guling
seperti putri duyung bunting dua bulan tiga hari.
Saya buka leptop juga dan nyalain musik dengan
volume agak keras.
“ iihh,, konteeet,, jangan besarin volumenya,
orang lagi shalat jum’at tauuu...”. Sepertinya kuping mbak terganggu oleh suara
musik saya.
“ Iya mbak Behaaa... Soriii”. Saya mengambil
headset supaya suasana lebih kondusip.
Suasana kembali enjoy. Lagu Maher Zain yang
berjudul INSYA ALLAH dengan syahdu mengalun dikuping saya yang membuat
penyegaran ke otak. Saya suka lagu ini, tapi saya susah buat hafal, karna
liriknya bahasa Inggris, dan saya memang orang paling idiot kalau sudah
berurusan sama bahasa Inggris. Jadi sulit buat saya untuk ngikutin. Paling cuma
pas reff nya aja. “ Insya Allah,,, Insya Allah,,,,,,,,
Insya Allah...na na na na na na.. Insya Allah.... Insya Allah.......... Insya Alah...
na na na na na na... ( kira-kira gitu deh ).
Tapi kenapa ya selama saya nyanyi ngikutin
lagu Maher zain, mbak Leha nyolek-nyolek kaki saya sambil nutup kuping.
“ Ga usah ikut nyanyi bisa gak ? bikin pusing
..!“. Kata mbak Leha.
Pantesan dari tadi mbak Leha nyolek-nyolek
kaki saya. Saya kira dia kagum sama jari-jari kaki saya yang jempol semua.
Rupanya si mbak keganggu sama suara saya. Saya lupa kalau suara saya diduga
bisa bikin orang geger otak, serangan jantung, gagal ginjal, dan lemah syahwat.
Terakhir kemaren ada ibu ibu baru melahirkan, hamil lagi gara-gara dengar saya nyanyi. * bego.
Akhirnya saya nggak dengerin lagu lagi,
soalnya, saya emang ga bisa denger lagu tanpa ngikutin lagu tersebut. Dari pada
entar mbak Leha hilang kesabaran, trus berubah ke wujud aslinya, gendoruwo bertetek enam. Lebih baik saya beralih
dari mendengar musik, ke video-video lucu. Kebetulan kemaren saya baru download
video lucu dikampus.
Well, saya sedang menikmati video-video lucu.
Akhirnya, suasana kembali kondusif. Sebelumnya saya tau kalau ketawa saya juga
bisa buat mbak Leha muntaber, saya memutuskan untuk ketawa pelan saja. Sebisa
mungkin ketawa akan saya tahan supaya mbak Leha nggak kumat.
Beberapa saat kemudian, mbak Leha
nyolek-nyolek kaki saya lagi. Kali ini dia nggak sambil nutup kuping. Tapi
nutup hidung, Ini si mbak kenapa lagi sih. Pikir saya dalam hati.
“ Ada apa lagi sih mbak, kok nyolek-nyolek
terus. kan saya nggak berisik lagi”. Kata saya kesal.
Lalu dengan geram mbak Leha bilang “ KAMU
KENTUUUTTT !!!”
Oh, saya baru sadar, gara-gara nahan ketawa,
jadinya malah terkentut kentut. Pantasan mbak Leha yang merasa nyawanya terancam jadi panik gitu.
Untung mbak Leha nggak amnesia oleh gas paling mematikan didunia itu.
Mbak Leha ini orangnya gampang penasaran. Dari
hal-hal yang keren seperti “ kenapa sih bisa ditemukan planet baru “, sampai
hal-hal yang nggak penting banget seperti “ kenapa sih kentutnya Arina baunya
seperti bangkai kuntilanak ”, dan itulah apa yang sedang terjadi.
“ Arina, kentut kamu kok baunya parah gitu, ya
?”
“ Masa sih mbak ?. Kata saya pura-pura nggak
nyium, padahal mata udah berkunang-kunang nyium kentut sendiri.
“ iya, coba deh “. Mbak Leha ngendus-ngendus.
“ Tuh kan, bau banget... hoekss ! “
“ tau nih, mbak. Dari tadi pagi perut saya
mules-mules gitu”.
“ Coba deh, perutnya ditokok-tokok “. Kata
Mbak leha
Saya menokok-nokok perut saya. Emang sih,
suaranya seperti beduk magrib.
“ waaah,,, kamu tuh masuk angin, denger aja
suaranya kayak gitu. Itu tuh pasti karna masuk angin.” Mbak Leha menyakinkan
saya kalau saya benar-benar masuk angin. Dan dia berhasil.
“ wah... masuk angin tu nggak boleh dibiarin
“. Kata mbak leha.
“ iya... “ Kata saya enteng, “ entar minum
obat juga ilang “. Saya kembali main leptop.
“ Eh, sekarang aja minum obat nya, jangan
ntar-ntar, nanti bisa-bisa makin parah, anginnya bisa makin banyak”. Kata mbak
Leha sok tau. “ Kemaren ada tetangga saya masuk angin, trus ga diobatin, malah
perutnya makin besar, dia menjerit-jerit, trus waktu dibawa kedukun, keluar
paku sama beling dari perutnya “. Kata mbak Leha makin sotoi. Sepertinya mbak
Leha susah membedakan mana masuk angin, mana santet.
“ Masuk angin itu bisa membuat kita kentut
berkali-kali lho “. Kata mbak Leha melanjutkan.
“ biar lah mbak, doyan amat ngurusin kentut ku
“. Saya mulai jengkel.
“ yaudah... kalo nggak mau diingetin. Aku
kekampus dulu ya “
“ ngapain kekampus ?, kan gak ada kelas lagi
?”
“ Ada acara rohis, ceramah agama oleh Ustad
Rahman”. Kata mbak Leha.
“ APA...!!? Ustad Rahman ?” saya kaget.
“ Iya, Ustad Rahman ”
“Ustad Rahman yang putih, ganteng itu ???”
“ Iyaaaaa... napa emang ?”
“ nggak apa-apa. Aku ikut !!”. Saya beranjak
dari tempat tidur dan secara membabi buta menuju lemari pakaian. Mbak Leha cuma
bengong.
“ Kamu kenapa sih, Arina ? kok tiba-tiba mau
ikut gitu ?”
“ Mbak nggak usah komen,,,, pokoknya tunggu
bentar !”
Ustad Rahman adalah ustad paporit saya
semenjak SMA, dia memang sering diundang untuk mengisi acara
pengajian-pengajian di sekolah ataupun dikampus. Yang menarik dari dia bagi
saya bukan karna ceramahnya bagus. Tapi lebih kepada kegantengannya ( mulai deh
). Orangnya ramah, wibawa, murah senyum. Pokoknya saya bener-bener jatuh cinta
deh sama ustad satu ini.
Pernah dulu waktu dia ngisi ceramah di SMA
saya. Kebetulan setelah Ustadnya ceramah, ada sesi pertanyaannya. Saya sampai
nanya berkali kali hanya supaya bisa denger suaranya Ustad Rahman. Pertanyaan
yang saya lontarkan waktu itu cukup banyak, dari pertanyaan yang bikin semua
orang ngangguk-ngangguk seperti “
Bagaimana berhijab yang baik bagi seorang muslimah, Ustad?”, sampai pertanyaan yang bikin semua orang
geleng-geleng, seperti “bagaimana
supaya kita tidak mudah horny waktu puasa, pak Ustad ?” ( Saya langsung di pasung
sama warga sekolah ).
“ kamu jadi pergi nggak, Arina ?”
“ bentar, mbak “
“ yaudah cepetan dong... “. Lobang hidung mbak
Leha mulai kembang kempes.
“ iya..iya..., lipstik mana lipstik ???”. Kata
saya
“ ha ? Lipstik ? buat apaan pake lipstik
segala ???”
“ ya buat dipake lah Mbak “
“ Yaelah konteeet,,, kita tu mau pergi dengerin
ceramah agama, bukan pergi kondangan”. Kata mbak Leha
“ ya entar kalo misalnya Ustad Rahman melihat
aku, trus dia nggak naksir gimana ? mbak mau tanggung jawab ? ha ? ha ? ha ? ”.
“ Ih,,, dasar kontet, yang ada gara-gara
ngeliat lipstik kamu, Ustad Rahman hilang selera buat ceramah”. Kata mbak Leha
dengan sangat sopan.
Setelah dipikir-pikir, benar juga kata Mbak
Leha. Entar ustad Rahman malah heran, kok ada buntal make lipstik. Dengan penuh
rasional dan keyakinan kepada Tuhan yang maha Esa, akhirnya saya tidak jadi
pake lipstik.
Well, here we go. Kami berangkat .
Setibanya kami dikampus, kami menuju ke musola.
Acara memang belum dimulai, tapi anak-anak Rohis yang akan mengikuti pengajian
sudah ramai, ada yang ngobrol, ada yang gelantungan dipohon, ada yang
guling-guling dirumput, ada yang terbang kesana kemari.
Saya
akuin, saya satu-satunya yang bukan anak rohis, dan saya akuin juga kalo niat
saya datang ke pengajian ini bukan buat cari ilmu, tapi semata-mata cuma mau
ngeliat wajah tampan ustad Rahman. * Binal yang nggak ilang-ilang.
Saya, mbak Leha dan yang lainnya masuk ke Mushola.
Hari itu saya sengaja pakai sandal jepit, warna biru, biar lebih santai. Tapi saya
liat kok banyak yang memakai sandal jepit warna biru juga. Akhirnya saya
sengaja menarok sandal saya agak jauh dari sandal-sandal biru lainnya, karna
saya tidak mau entar nasib sandal saya sama dengan cerita-cerita disinetron.
SANDAL YANG TERTUKAR.
Ustad Rahman pun berceramah dengan
menawan. Entah kenapa setiap kalimat yang diucapkan ustad Rahman terdengar
seperti ini dikuping saya : “ Arina, I love you, Arina I love you,.... “.
Memang ibarat fans, saya ini jenis fans tingkat Iblis. Cocok banget sih sama
Materi ceramahnya si Ustad, Menahan godaan Iblis. Tapi Iblis yang ini malah
tergoda. Anjriiitt...! Parah paraaaahh...!.
Sangking terpananya, saya tidak
sadar saat Ustad Rahman menyelipkan hal-hal humor dan candaan dalam ceramahnya
dan semua orang tertawa. Saya yang dari tadi enggak Update sama ceramahnya
Ustad coba pura-pura ikut ketawa. Semakin keras mereka tertawa, saya akan tertawa
lebih keras lagi hingga ketawa saya mendominasi ketawa-ketawa lain nya. Sampai-sampai
ada seorang cewek nyeletuk gini : “ Eh itu si Arina ketawa apa kesurupan sih..”.
Saya tidak peduli, yang penting ustad Rahman harus tau kalo saya sangat suka
sama ceramahnya dan sama orang yang ceramah. Mmmmmm.....
Beberapa saat kemudian malapetaka
itu pun datang. Di selang-selang ketawa kami, dengan sangat tidak sadar, saya
kentut, dan suaranya terdengar se Mushola. Setiap mata tertuju pada saya. Dan
yang lebih biadabnya lagi, mbak Leha bilang gini : “ Arina, kamu kentut ya ?”. Pertanyaan
mbak Leha itu membuat saya makin terpojok, muka saya terasa tebal banget
setebal kitab suci yang dicari Sun gokong bersama gurunya. MALU BANGET. Ditambah
lagi beberapa orang mulai ketawa kecil sambil bisik-bisik nggak jelas. Saya
liat ke arah Ustad Rahman, celakanya ternyata Ustad Rahman lagi ngeliat saya
juga. Saya malu setengah mampus. Nggak
ada kata-kata yang sanggup saya ucapkan lagi. Saya juga nggak bisa bedain mana
tangan mana kaki, saya ngesot-ngesot keluar Mushola, dan.........saya pulang.
Saya nggak tau ceramahnya masih
dilanjutin atau jangan-jangan mereka semua udah dibawa sama mobil ambulan karna
keracunan. Yang jelas, saya tidak sanggup berada disitu lagi. Saya tancap Motor
Mbak Leha. Saya juga nggak peduli entar Mbak Leha pulangnya gimana, pokoknya saya
harus cepat-cepat PULANG !
Dalam hati saya marah sama mbak
Leha, ngapain juga dia pake nanya apakah saya kentut atau tidak didepan orang
banyak. Kan bisa diam-diam aja dan nikmatin sama-sama. Yang lain juga, kenapa
harus bisik-bisik disaat saya kentut tadi ! Ustad Rahman juga. Kenapa sih mesti
menatap saya disaat saya kentut !? Kenapa nggak dari kemaren-kemaren menatap
saya ?!! Kenapa harus disaat saya KENTUUUUTTT !!!!?.
Tapi ditengah perjalanan saya menuju
kos, saya mulai mikir, saya menyalahkan mbak Leha, Ustad Rahman, dan
teman-teman pengajian lainnya. Tapi kenapa saya tidak terpikir untuk mengoreksi
diri saya sendiri. Bukankah sebelum pergi pengajian mbak Leha udah mengingatkan
saya mengenai kentut ini, dan saya mengacuhkanya ? Bukankah niat saya udah
salah mengikuti pengajian tadi ? dan ngapain juga saya harus bela-belain ketawa
paling kencang, padahal enggak tau apa yang diketawain ? Saya sadar, terkadang
dibalik sebongkah kentut, terselip secuil nasehat.
MOMENT-MOMENT
YANG WAJIB SAYA HINDARI
Ada beberapa Moment bagi saya, yang
mana, berada di kos kos-an kuntilanak lebih nyaman daripada berada dalam
momen-momen berikut :
1.
Ngobrolin
soal mantan
Selain
cerita soal bedak terbaru, deodoran terbaru, pembalut terbaru, sepertinya
ngomongin soal mantan terbaru juga menjadi salah satu topik pembicaraan yang
paling menyenangkan di dunia yang fana ini ( tssaaahh...) . Teman-teman saya paling
suka cerita soal mantan mereka. Mereka akan bercerita satu persatu, bergiliran,
dengan semangat yang membara bagaikan ibu-ibu yang sudah pada di tinggal suami
nya.
Seperti
Memei, salah satu teman saya yang bercerita mengenai mantannya. Kata Memei,
terakhir kali dia putus sama mantannya, gara-gara dia pernah mergokin mantan
nya sama cewek lain, lalu mereka putus. Kabar terakhir yang saya dengar, yang
mutusin bukan nya Memei, tapi malah mantannya. Memei sangat sedih dan ga bisa
tidur nyenyak. Tragis banget.
Lain
hal nya dengan Rere, salah satu teman saya yang sangat hobi nya bernyanyi. Rere
bercerita, dia dan mantan nya putus hanya gara-gara mereka rebutan microphone saat karaoke bareng. Rere sukanya nyanyi lagu dangdut,
sedangkan cowoknya suka nyanyi lagu korea. Karna sering berantem, akhirnya
mereka putus. Kabar terakhir yang saya dengar, microphone yang mereka beli dengan patungan itu mereka jual lagi,
dan uangnya mereka bagi dua. Hubungan yang aneh.
Mbak
Leha juga punya cerita menarik tentang mantan terakhirnya. Terakhir kali mbak
Leha putus sama mantannya gara-gara waktu mereka pacaran disebuah taman. Secara
tidak sengaja, mereka berdua duduk dekat sarang tawon, Pacarnya mbak Leha lari
menyelamatkan diri, sementara mbak Leha pasrah aja diperkosa sama tawon.
Akhirnya mereka putus. Kabar terakhir yang saya dengar sih mbak Leha mutusin mantannya lewat SMS aja.
Soalnya mbak Leha nggak sangup ngomong
langsung, bibirnya bengkak sebesar bola basket. Ibunya aja hampir tidak mau
mengakui mbak Leha sebagai anaknya. Kasihan sekali kamu mbak.
Saya
sendiri juga punya cerita mengenai mantan terakhir saya. Tapi saya enggan
cerita ke teman-teman. Biasanya, kalau pembicaraan sudah mengarah kesitu, saya
akan mengalihkan pembicaraan atau mencari-cari alasan untuk bisa cepat-cepat pergi
dari mereka. Karna kisah saya sama mantan terakhir saya lebih bodoh dan terlalu
memalukan untuk diceritakan keteman-teman.
Jujur,
putus nya saya dengan mantan saya seperti obat nyamuk, perlahan tapi pasti,
Saya tidak pernah mergokin mantan saya sama
cewek lain. Saya juga tidak pernah dapat gosip dari orang-orang mengenai dia,
dan saya juga tidak pernah nemuin sms yang mencurigakan di HP dia. Hubungan
kami baik, tidak pernah cekcok.
Tapi
seiring berjalan nya jarum jam, saya makin sadar, ternyata hubungan yang tidak
pernah cekcok itu, tidak menjamin hubungan tersebut akan selalu harmonis dan
bahagia. Perlahan lahan hubungan kami mulai dingin. Entah apa sebabnya dia
secara perlahan menjauhi saya. Mulai dari jarang sms, jarang nelpon, sampai
jarang mandi. Malah sebelum putus, saya yang sering nelpon dia. Kalo lagi
banyak bonus nelpon sih.
Biasanya,
tiap istirahat kuliah, kami makan bareng dikantin. Belum lagi kalo malam
minggu, kami selalu makan nasi goreng favorit kami di taman kota. Biasanya,
nge-date nya orang pacaran itu setiap malam minggu. Beda dengan kami. Dalam
seminggu kami akan nge-date dua kali. Yaitu malam minggu dan malam kamis.
Katanya sih malam kamis itu adalah malam minggu kedua.
Tapi
semua keromantisan itu mulai pudar secara pelan tapi pasti, dan saya tidak tau
apa sebabnya. Komunikasi makin hari makin buruk, akhirnya dalam waktu dua bulan
tujuh hari, dia menghilang dan kami resmi....PUTUS.
Memang
sih dalam hal ini dia yang mutusin saya. Tapi saya tidak begitu ambil pusing,
karna setiap kali saya tanya alasan kenapa dia mutusin saya, dia enggak pernah
mau jawab. Sebagai cewek yang ego nya cukup tinggi, saya diamin aja walalupun
sebenarnya hal itu menimbulkan beribu pertanyaan di otak saya.
Akhirnya,
alasannya terbongkar juga. Hal itu baru saya ketahui tiga bulan setelah kami
putus. Saya tau dari Heri, teman dekatnya dia.
Rupanya
mantan saya sering curhat melalui BBM-an sama si Heri mengenai saya. Untungnya
si Heri ini tipe manusia EMBER alias orang yang enggak bisa nyimpan rahasia teman.
Heri
menunjukan pada saya obrolannya dengan mantan saya di BBM. Sumpah ini memalukan
banget, dan saya sampai ga bisa tidur nyenyak, ga konsen belajar dan ga bisa
nafas. Hmm, kalau nafas bisa sih. Yuk lanjut.
Berikut
obrolan Heri dengan mantan saya di BBM:
MS :
Mantan Saya
H :
Heri
MS : “
Ping !”
H :” Eh, mas Bro, da pa neich “
MS :” lg dmn...?”
H :” Dirmah ajha bro”
MS :” ada cewek ga her,,,cariin satu dong”
H :”ada... mw merek apa? Nokia ? Sony ?
wkkww..”
MS :” sy serius Her... Bosen nih malm minggu
sendiri...”
H :” Lho...emang Arina kmn nyet ?”
MS :”Ga tw....ntah mana dy..”
H :” mmm brantem lg yaa..”
MS :” ngak...ngk da brantem”
H :” ciee ciee ciee,, la trus,, np mlm
minggu gak apelin dy”
MS :” gini Her...tp km jangn crita sama Arina
ya..”
H :” ???”
MS :” janji dulu..”
H :” iy,, trus.. crita aja..
MS :” km janji dulu ga bakal crita sama
Arina”
H :” Isss,, iya iya ... sy janji, BENCONG
!” Cpet dong crita”
MS :” nah gt dong”
H :” ywdh,apaaaan...”
MS :” aku sama Arina udah putus”
H :” haaa?? Srius ?
MS :” iya Her,,saya ga tahan lama2 pcran sm dy”
H :” np ? prasaan slma ne si arina baik
sm km”
MS :” emang sih dy baik..”
H :” la trus,, np km putusin..?”
MS :” makan nya banyak Her.. “
H :” wkkkkwkwk,,, aq nanya serius,
dodol,,”
MS :” iya aku serius Her,,,”
H :” trus ap hbunganya sma km,, kan bagus
klo maknnya banyk”
MS :” la tu dy Her, km tau kan tiap jam
istirahat kami slalu makan bareng dkantin,,dia kalo makn slalu nambah Her,,,
minumnya jg slalu jus,,, kan yang bayarnya pasti aku Her,,,blum lagi kalo malm
minggu,,, dia slalu makan nasi goreng campur mie goreng,,, kadang nambah soto,,
minumnya juga ga pernah mau air putih, mwnya jus mulu..., udah jelek,, makannya
banyak lagi..
H :”wkwkwkwwkww.....wwkwk trus trus
trus..??
MS :” ya tu dy her,, km juga tau kan aku suka
gonta-ganti Hape, bulan ni target ku mau beli Hape BB kluaran terbaru itu tuh
yg harga 4 jutaan,aku dah bayangin, klo trus2an bayarin makannya Arina,
bisa-bisa target beli hp BB ga kan tercapai Her, yaudah ak putsin aja,, drpd
ntar aqu g bisa beli hp BB...”
H :”wkkwkwkw..wwkkwkw emang hp BB lebih penting drpada pacar km ya
?”
MS : ya iylh Her,,, lebih penting hp BB,
lagian kalo aku punya HP BB terbaru itu,, ntar cari cewek yg lbih cantik jg
gampang,,”
H :” wkkwkk,, dasar kau bro,, ga blh
gitu,, ntar kena karma nya baru tau rasa”.
Seandainya
HP Heri bukan HP BlackBerry, tapi HP BlackSenter, udah lama saya banting sampai
hancur berkeping keping. Itulah mengapa saya tidak mau menceritakan kisah ini
kepada teman-teman saya, karna nggak mecing banget kalau saya harus ngomong gini ke teman-teman ;
“ saya diputusin karna makan saya banyak”.
Emang,
apa salahnya sih kalau makan saya banyak. Lagian saya enggak pernah minta
dibayarin, dia nya aja yang sok dermawan. Tapi.... Yasssudahlahh,,, ( tiba-tiba terdengar lagu Bondan ).
Cinta
memang tidak bisa dipaksa. Cewek yang diputusin sama cowoknya, hanya bisa
menerima, pasrah, diam. Cewek yang diputusin sama cowoknya hanya bisa menikmati
rasa sakit dalam batinnya, sendirian.
Tapi
hanya cewek-cewek yang berfikirlah yang bisa mengambil hikmah, bisa sembuh
seiring waktu yang tidak terlalu lama, dan bisa belajar dari hal-hal buruk,
serta menyadari bahwa Tuhan sebenarnya telah menyediakan seseorang yang lebih
pantas, lebih mulia, dan lebih baik hatinya, dan hanya butuh satu hal. Yaitu
Keyakinan. Keyakinan yang kuat akan membius dirinya dengan semangat baru,
keyakinan pada Tuhan yang maha Esa akan memberikan pencerahan, dan . . . tunggu- tunggu.... ini jadinya kok kayak
acara kerohanian gitu ya.
Pokoknya,
hilang satu, cari lagi. Semangatttttttt !!!!!! yeaaah..
2.
Jalan
searah dengan cewek yang lebih cantik
Ini adalah
momen kedua yang selalu membuat saya berfikir hidup ini tidak adil.
Sebuah
pengalaman buruk bagi saya ketika suatu hari segerombolan cowok-cowok EKB
“Enggak Keren Banget “ nongkrong di
tangga dekat kampus. Kerjanya menggoda setiap cewek yang lewat, terutama yang cantik-cantik.
Cara mereka mengodanya juga bermacam-macam. Dari yang paling keren seperti, “
Hai cantik ...” Sampai cara yang norak abis seperti, “ suiiiiittt suittttt,,, hm,,,hmm,,,” kalau misal nya si cewek cuek
aja, cowok-cowok akan semakin menjadi jadi, “
EHEMMM.....EHEEEEM !!!! “. Kalau
ceweknya tetap cuek, mereka lebih menjadi jadi lagi, “ EHEEEMMM !!! HOOOAAAACHHIIIMMM....!!! HOAAAACCHHIIMMMM......!!!!!!”.
Kalau ceweknya masih cuek juga, cowok-cowok langsung berubah wujud, “ GUK ..GUK GUK.. GUK...!!!!”.
Jadi ceritanya, waktu itu, ada anak
semester satu, namanya Dela. Orangnya memang cantik sih, putih, tinggi,
langsing, pokoknya semua yang enggak ada sama saya deh.
Kelasnya
Dela ini berada di lantai dua, di samping kelas saya. Jadi, tiap kali Dela mau
ke kelas, pasti melewati tangga dulu ( karna Dela bukanlah wanita jadi-jadian
yang bisa berubah jadi burung elang kapan pun dia mau).
Hampir setiap Dela lewat, disuit suitin sama
cowok-cowok EKB tadi yang juga doyan banget nongkrong ditangga kayak preman habis
ngisap lem pipa.
Emang dasar sifat wanita yang suka
di puji-puji, Dela selalu menebar senyum sambil malu malu gitu. Padahal yang
diucapin sama cowok-cowok EKB setiap harinya standar dan norak banget, seperti,
“ Hai cantik” atau,” putiiihhh..” kalo si Dela lagi make baju
putih. Atau “ Meraaahh..” Kalo si
Dela lagi make baju warna merah. Mungkin kalo Dela lewat nya gak pake baju
bakal di panggil, “ hai nuuuuu “ Berarti si Dela punya panu.
Yang bikin sakit hati adalah
ketika yang lewat didepan mereka itu adalah saya. Saya dan Dela sama-sama
manusia, tapi kenapa responnya beda ?.
Nama kami juga sama-sama cantik. Dia DELA, dan
saya ARINA. Cuma kalo Dela enak dipandang, kalo saya enak dipanggang. Itu aja
sih.
Kenapa kalo Dela yang lewat mereka
dengan penuh gairah memuji muji gitu, tapi ketika saya yang lewat, mereka malah
istigfar, sebagian langsung baca ayat kursi.
Oke, secara fisik mungkin si Dela
jauh lebih cantik daripada saya, tapikan kami sama-sama punya perasaan. Kenapa
kalo saya yang lewat mereka seolah-olah ngeliat Nyi pelet bermuka Sule....???!!!
Ini mungkin nasehat juga buat
cowok-cowok . Kalau kalian tidak mau menghargai kami karna fisik kami yang
kurang cantik, paling tidak hargailah kami karna kami wanita, yang juga
mempunyai perasaan seperti cewek-cewek cantik yang kalian puja-puja itu. Setiap
wanita itu, cantik kok. Termasuk saya. Cuma saya bingung aja nemuin cantik saya
tu dimananya. Dan ingat, Ibu kalian juga wanita. hmm
Buat cowok-cowok EKB ( Enggak
Keren Banget), jangan pernah membanding-bandingkan wanita itu secara fisiknya,
karna menurut saya sih kalian itu juga EKKA .
( Enggak Keren Keren Amat ).
Hahahahahha ! * puas Gueehh !
3.
High Heels
Day.
Dari dulu
saya emang benci sama sepatu high heels. Saya benci sepatu high heels seperti
saya benci sama Miska yang selalu jahat sama Fitri.
Ya.
Emang
nggak nyambung.
Kalo mbak
Leha sih keren make high heels, tubuh nya lumayan tinggi dan langsing. Kalau
saya make high heels, jalan nya jadi kayak seorang wanita jalang yang penuh
dosa yang lagi nyebrang jembatan sirotol mustaqim.
Nah, yang
sadis nya, sekali seminggu, tepat nya setiap hari Senin, teman-teman saya
sepakat untuk sama-sama memakai sepatu high heels, mbak Leha dengan sok-sok
inggris nya menyebut hari senin itu sebagai ‘ high heels day’. Tapi saya lebih
suka menyebut nya sebagai sirotol mustaqim day. Karna saya adalah bagian teman
dari mereka, mau tidak mau, harus ngikut.
Seharus nya saya senang dengan high
heels day itu, karna paling tidak tubuh
saya yang bisa dibilang pendek ini bisa terlihat lebih tinggi. Jadi kalau saya
di jitak sama teman-teman, balas nya gampang. Emang terdengar bego sih, udah
kuliah masih jitak-jitakan.
Tapi yang membuat saya gak suka sama
sepatu high heels adalah, saya tidak bisa jalan dengan nyaman. Sebagai wanita,
saya termasuk yang kurang feminin dalam hal berjalan, dan sepatu high heels itu
sangat rentan sama yang nama nya lobang. Lobang kecil pun bisa membuat kita
salto berkali kali.
Kalau saya tidak pakai higheel,
masalah nya lain. Saya jadi terlihat sangat pendek jika jalan sama teman-teman
yang pada pakai high heels. Jadi saya serba salah. Mau pake high heels ntar
jalan nya kayak ibu-ibu kena AIDS, kalau pake high heels, ntar saya jadi kayak
tuyul bengkak.
Pertanyaan nya, kenapa hidup saya jadi
bergantung sama high heels ? hidup saya bergantung sama sepatu !!! nggak ada
hidup yang lebih buruk apa ?!!!. Kak
Seto... tolong!!!.
NGOBROLIN COWOK, YUK !
Kali ini, saya bukan mau curhat atau
cerita. Ya bisa di bilang cerita sih, dan.... emang curhat juga sih. Jadi,
curhat sambil cerita. Curhat dulu apa cerita dulu ya ? * kenapa jadi ribet gini
sih.
Oke, sesuai dengan judul nya, saya
mau mengulas mengupas, mengibas, menetas, membilas tuntas mengenai kaum Adam. Mengenai cowok.
Mmm... gini
gini, menurut kamu, cowok itu apa, sih ? cowok itu ada arti nya nggak sih ? cowok itu pernah sakit perut gak sih ? cowok
itu punya poni gak, sih? Ukuran Beha cowok berapa sih ? Arina, kamu waras gak, sih ?. hmm.. Oke, saya waras. Yuk
lanjut.
Ngomongin
soal cowok, mau tak mau kita juga harus ngomongin soal cewek, karna cowok
pasangan nya emang cewek. Gak mungkin cowok pasangan nya juga cowok, atau cewek
pasangan nya cewek, itu seperti yang di bilang JOSHUA, jeruk makan jeruk. Itu
lah kenapa saya kurang setuju dengan
permainan catur, dimana dalam permainan catur di perbolehkan ratu makan ratu,
ratu itu kan cewek. Rencong makan rencong, bencong makan bencong. Yang saya
maksud dengan bencong disini adalah Pion. Karna Pion itu jumlah nya banyak,
kepala nya botak dengan jenis kelamin yang nggak jelas. Seharus nya pion itu di
kasih titit lah, biar jelas mana cewek mana cowok. Bahkan yang lebih sadis
dalam permainan catur adalah kuda makan kuda. Saya gak mau komen tentang yang
satu ini. Bayangin aja deh sendiri. Kuda-makan-kuda. Serem.
Oke,
kembali ke leptop.
Cowok emang beda sama cewek, selain
beda cara buang air kecil, cowok sama cewek juga beda dari bentuk rambut nya.
Cowok biasa nya gak pake poni seperti cewek. Kalau pun ada cowok berponi,
berarti cowok itu ngefans sama Rock lee, teman nya Naruto.
Cowok emang beda sama cewek, cowok
biasa nya lebih berotot dari pada cewek, kalau pun kamu melihat cewek berotot, pasti
itu adalah bencong yang berprofesi sebagai pelatih fitness.
Cowok emang beda sama cewek, cowok
itu ganteng, sedangkan cewek itu cantik. Kalau kamu melihat ada cowok cantik,
percaya lah, cowok itu adalah personil BoyBand.
Cowok emang beda sama cewek, cowok
itu kumisan, sedangkan cewek tidak. Kalau kamu melihat ada cewek yang kumisan,
ada dua kemungkinan, kalau bukan keajaiban Tuhan, berarti dia adalah putri yang
tertukar.
Tapi selain perbedaan fisik yang
saya sebut kan tadi, sebenar nya apa sih yang membeda kan antara cowok dan
cewek ?
Pertanyaan
nya emang luas banget. Dari segi fisik udah kita bahas, nah gimana kalau dari
segi sifat nya. Emang rada rumit sih untuk menjelaskan secara pasti perbedaan
sifat cowok sama cewek, karna sejati nya, sifat seseorang itu bukan tergantung
jenis kelamin nya, tapi lebih ke Individu orang itu sendiri. Banyak kok cowok
yang nangis gara-gara di putusin sama cewek nya. Sampai hilang nafsu makan
segala, dan update status pada tiap kali tarikan nafas nya.
Mungkin salah satu cara untuk
mengetahui sifat seorang cowok, adalah dengan menanya kan pertanyaan ini ke
cowok tersebut ; “ cewek idaman kamu
seperti apa, sih ?”. Tentu jawaban tiap cowok itu pasti beda-beda. Nah
disitulah kita bisa menilai sifat bahkan karakter cowok tersebut.
Misal nya, dia suka sama cewek yang
berjilbab, berarti bisa sedikit di simpulkan bahwa cowok ini suka hal-hal yang
berbau agamis. Atau dia suka sama cewek yang manja, berarti cowok ini adalah
tipe penyayang. Kalau dia suka cewek penjual lilin, berarti cowok ini suka
ngepet. Begitulah seterus dan seterus
nya.
Beda lagi kalau ada cowok yang suka
sama cewek yang pintar, cewek yang berpendidikan tinggi, masa depan cerah,
orang tua nya kaya raya, sementara dia sendiri malas gerak, malas usaha, berarti
cowok ini mau numpang idup.
Teman kampus saya, si Pebri, lebih
aneh lagi. Dia suka sama cewek yang ileran. Pebri ini tipe cowok yang punya
jiwa bisinis yang tinggi. Kata Pebri, kalau dia punya cewek ileran, dia akan
suruh cewek nya itu ngences di bantal sebanyak-banyak nya. Iler yang nempel di
bantal itu biasa nya akan terlihat seperti peta. Menurut Pebri, lumayan kalau
bantal nya di scan, trus di print buat di cetak jadi buku ATLAS, lalu di jual
ke sekolah-sekolah.
Mudah-mudahan
Pebri bukan jodoh saya.
*
Secara
umum, orang pacaran itu saling menyayangi, saling melindungi, saling mengingat
kan. Kalau udah jam makan siang, biasa nya mereka saling nanyain, udah makan
belum. Atau kalau waktu shalat, biasa nya selalu ngingetin buat shalat padahal
dia sendiri nggak shalat.
Nah,
kalau seorang cowok perhatian sama cewek nya, biasa nya si cowok akan melakukan
segala cara untuk membuat cewek ini merasa bahagia. Contoh biasa nya yaitu
ketika si cewek ini ulang tahun, si cowok nggak bakal lupa ngasih kado. Kado
yang di kasih juga macam-macam, seperti Boneka, coklat, baju, atau paling tidak
bunga mawar. Atau cowok yang agak pelit biasa nya bakal ngasih kado yang murah,
kalau bisa yang paling murah, seperti jam waker harga enam ribu yang banyak di
jual di TOSERBA.
Saya
punya pengalaman buruk soal kado. Saya pernah di kasih kado sama Ibu saya. Pas
di buka isi nya obat cacing. Saya kesal. Emang sih waktu SMA saya emang masih
sering minum obat cacing. Tapi kenapa mesti di kadoin segala sih, kan bisa di
kasih langsung. Ibu saya Cuma bilang : “ itu lah kasih sayang bunda...
hihihihi” lalu ibu saya menghilang di balik kepulan asap.
Tapi yang bisa saya pelajari
adalah, ketika kita di kasih hadiah sama seseorang, kita tidak perlu menilai
bagaimana bentuk hadiah nya dan semahal apa harga nya. Tapi, dengan hadiah
tersebut, kita bisa yakin bahwa dia, atau mereka, masih peduli sama kita. Itu
yang penting. Jadi buat cewek yang pernah di kasih kado sama cowok nya, hargai
kado tersebut, jangan kamu tertawain atau leceh kan. Karna kita, para cewek,
gak tau kalau usaha nya membuat kado itu kadang gak sesepele yang kita bayang
kan. Dan yang pasti, jangan pernah menjadi kan obat cacing sebagai kado.
next tittle >>
TALI
BEHA SAKTI vs CACING HANTU